Tuesday, 15 February 2011

Wuih, Mobil Terbang dari India

BANGLORE,Bicara mobil yang betul-betul mobil bisa terbang, sampai saat ini belum ada yang sukses secara signifikan. Nah, kali ini, Vishwanath dari India memamerkan mobil terbang berbasis Suzuki Maruti 800 di sebuah pergelaran kedirgantaraan, Aero India 2011.Menurut pria berusia 52 tahun itu, mobil kecil ini memanfaatkan empat bilah logam di tiap sudut atap dan vakum di tiap rongga roda supaya bisa melayang. Vakumnya berfungsi mendorong mobil secara vertikal dan melawan gravitasi. Ini berguna saat menghindari kemacetan.
"Setelah mempelajari 2,5 juta obyek yang berhubungan dengan mobil dan menggunakan teori-teori yang kompleks, saya yakin mobil ini mampu melayang secara vertikal," urainya.
Vishwanath juga mengaku telah mengembangkan teknologi ini selama 16 tahun. Ia telah memiliki 40 paten dan mengembangkannya bersama perusahaan yang dia miliki dengan nama B'Lorean (gabungan kata "Banglore" dan "DeLorean", mobil sport di film Back To The Future). Kini, Vishwanath sedang mencari investor.
"Temuan ini berasal dari hitungan matematis yang kompleks. Versi kecilnya sudah saya coba dalam terowongan penguji yang saya buat sendiri," tambahnya.
Lucunya, mobil ukuran asli yang sedang ia pajang itu belum diuji terbang. Satu lagi, patut dipertanyakan juga bagaimana pihak penyelenggara acara Aero India 2011 bisa mengizinkan mobil ini dipamerkan di sana, di antara jet-jet tempur yang sudah pasti bisa terbang?
Lepas dari hal itu, ada komentar menarik dari pembaca yang mengaku pernah tinggal di India. "Orang-orang di sana butuh harapan dan doa... Saat seseorang menjanjikan sesuatu plus diperkuat embel-embel "matematis" yang tak umum bagi awam, orang-orang di sana akan mempercayainya, bahkan sebelum diuji coba. Seseorang yang kaya di sana bisa saja mau menjadi investornya. Enggak percaya? Kita tunggu saja."
Share:

Widodo: Rooney Tiru Gol Saya

Masih ingat gol spektakuler Widodo Cahyono Putro ke gawang tim nasional Kuwait di Piala Asia 1996 lalu? Ya, itu adalah salah satu gol terbaik dalam sejarah timnas Indonesia. Di Stadion Syekh Zayed Abu Dhabi Uni Emirat Arab, ribuan penonton menjadi saksi bagaimana Widodo melakukan tendangan salto untuk merobek jala Kuwait.Saking bagusnya, Federasi Sepak Bola Asia menobatkan gol Widodo sebagai gol terbaik di turnamen Piala Asia 1996.
Akhir pekan lalu, gol yang kurang lebih sama tercipta di arena Premier League. Pelakunya adalah striker Manchester United, Wayne Rooney, yang melesatkan tendangan akrobatik ke gawang Manchester City. Belum sampai mendarat, bola ditendang Rooney masuk gawang lawan dengan sebuah overhead kick. Ia melakukan itu meski diapit dua bek City.
Ketika ditanya perihal kesamaan golnya dengan gol Rooney, Widodo menjawab, "Ah, itu sih Rooney ngikutin saya. Dia pasti buka youtube dulu dan melihat gol saya," canda Widodo yang langsung disambut gelak tawa para wartawan, Selasa (15/2/2011).
"Saya kira pemain mana pun bisa mencetak gol seperti itu, kalau ada momen yang tepat. Timing dan feeling itu perlu dilatih. Karena itu, kesempatan di latihan harus dimanfaatkan betul-betul," kata Widodo yang kini menjabat sebagai asisten Pelatih Alfred Riedl.
Share:

Bieber Kecewa tapi Lapang Dada

Cuma sampai menjadi nomine, tak meraih penghargaan Best New Artist versi Grammy Awards 2011, yang baru digelar di Los Angeles pada 13 Februari malam waktu setempat atau 14 Februari pagi WIB, vokalis pop Justin Bieber (16) menyikapinya dengan lapang dada, meskipun merasa kecewa.

Pada ajang tersebut, Bieber kalah dari artis musik jazz Esperanza Spalding. Namun, ia mengaku menerima kekalahannya itu dengan lapang dada. Hal tersebut diungkapkannnya melalui akun Twitter-nya.

"As for the awards...of course I wanted to win. Its been & still is a dream to win a grammy. Was I upset...yes. But I was happy for her also," tulisnya pada 14 Februari 2011 pukul 12.09 WIB, tentang kekalahannya dan kemenangan Spalding. "Someone said to me tonight it's not your successes that define u but your failures. I lost..but I don't plan on this being my last chance....," lanjutnya pada pukul 12.10 WIB.

Bieber mengaku pula tak banyak berharap untuk membawa pulang trofi berbentuk gramofon itu. "not expecting much...they never really have given awards to young acts so just excited to be here and nominated. but #NeverSayNever," tulisnya sebelumnya, pada hari yang sama (14/2/2011), pukul 04.21 WIB.

Bieber pun mengungkapkan bahwa ia merasa bangga dan bahagia bisa tampil bersama mentor musiknya, Usher, dan pemain film baru Jaden Smith di panggung Grammy Awards 2011, di Staples Center, Los Angeles. "2nite was a great night. I got to perform at the grammys with my mentor @usherraymondiv and I feel like we did u guys proud," tulisnya juga pada hari yang sama, pukul 12.08 WIB.

Sebelumnya, pukul 04.20 WIB pada hari itu juga, sehabis menjalani geladi bersih bersama Usher dan Jaden, ia menulis, "rehearsed for the #grammys with @usherraymond and jaden. feeling good. cant believe we are at the #grammys - this is nuts!"
Share:

Saturday, 5 February 2011

Rico Ceper: Terakhir Adjie Main Sepak Bola, Bukan Futsal


Presenter Rico Ceper mengaku mengetahui persis saat-saat terakhir politisi yang pernah menjadi artis peran dan model, Adjie Massaid. Pada Jumat (4/2/2011) malam, Rico merupakan salah seorang artis yang ikut bermain sepak bola bareng Adjie di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Rico bersama Adjie bermain sepak bola dalam tim Trisakti All Star melawan tim Alumni ITB. Ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, seusai pemakaman jenazah Adjie, Sabtu (5/2/2011), Rico menjelaskan kronologi yang dialami oleh sahabatnya tersebut.

"Semalam kami main bola sama Adjie. Bukan futsal, tapi main bola lapangan gede di Lebak Bulus," ujar Rico sekaligus mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan Adjie meninggal usai bermain futsal.

Sampai malam, Rico melanjutkan, Adjie masih terlihat bugar. "Sampai jam sepuluhan enggak ada masalah. Kami main empat kali 30 menit. Mas Adjie cuma main dua babak. Dari tim kami tertinggal skor 2-3, jadi menang 6-3. Dia sempat ngegolin. Gol kelas dunia banget dari Mas Adjie. Dia striker, saya gelandang," tutur Rico.

Ketika Adjie bermain sepak bola, tak ada masalah. "Enggak ada, sehat-sehat saja. Dia aktif, lari-lari. Sampai keluar Stadion Lebak Bulus pun dia masih pakai baju bola komplit," kata Rico lagi.

Sesudah bertanding dan hendak pulang ke rumah, Rico sama sekali tak melihat ada keganjilan pada Adjie. "Sampai pertandingan selesai, kami pisah, pulang masing-masing, dari Lebak Bulus itu aman. Jadi, enggak ada pingsan di lapangan, enggak ada masalah," katanya.

Tiba-tiba gol Adjie yang disebut Rico sebagai gol kelas dunia itu menjadi kenangan terahir bagi Rico. "Saya kaget banget karena saya sempat SMS dia semalam, pukul 22.22 WIB. 'Jie, thank you gua pulang duluan. Tadi gol lu keren. Kita ketemu lagi ya'," kata Rico membacakan pesan singkat (SMS) yang dia kirimkan kepada Adjie.

Namun, SMS balasan Adjie tak kunjung tiba. "Biasanya dia langsung balas, tapi dia enggak balas. Tapi, mungkin dia sudah di rumah atau di jalan. Saya enggak tahu di mana dia ngerasa sesaknya. Padahal kami sempat ngobrol, 'Djie, kita main bola sampai tua nih ya.' Dia bilang, 'Ya, jangan sampai putus tali silaturahim'," kisah Rico tentang perbincangannya dengan Adjie. "Kami juga sempat bercanda semalam. Dia guyur saya pakai teh, lengket banget. Itu karena saya telat ngumpan dia," kisahnya lagi.

Rico kini hanya bisa mengenang sosok Adjie. "Orang yang tegas, disiplin, dan detail sekali. Figur ayah yang sangat cinta sekali kepada anak-anaknya dan keluarganya. Dia kalau ke lapangan bermain bola sering kali ngajak anak-anaknya. Saya kehilangan sosok striker hebat," tutur Rico.
Share:

Friday, 4 February 2011

Selasa, 13 Juli 2010 , 05:07:00 Orangtua Ikut Upacara MOS

PONDOK GEDE - Memasuki awal tahun ajaran baru, bukan hanya siswa yang disibukan dengan materi dan segala aktifitas sekolah baru, tapi orangtua juga turut andil dengan kesibukan, bahkan hingga siswa mengikuti upacara pembukaan MOS.

Di SMPN 6 Bekasi, guru dan staf sekolah kesulitan menyuruh siswa untuk upacara karena sebagian anak yang masih mengenakan seragam warna putih-merah itu, lekat menempelkan tangannya pada tangan orangtua.

Meskipun pengeras suara sekolah sudah mengumumkan tanda masuk dan siswa baru wajib berbaris di lapangan, namun ratusan orangtua tak jua meninggalkan sekolah. Alhasil upacara membuka MOS SMPN 6 Bekasi kemarin dihadiri guru, staf, kepsek, siswa baru dan orangtua siswa.

Seraya mencari, memantau putera-puterinya ditengah teriknya matahari orangtua enggan melepas pandangan ke lapangan sekolah. Sementara siswa yang masih mengenakan seragam SD itu dengan khidmat mengikuti upacara seakan tak peduli lagi kehadiran orangtua yang sedari pagi sudah mengantar mereka.

“Karena sekolah baru jadi kasihan kalau berangkat sekolah sendiri, lagipula takut dia nanti enggak bisa mencari ruangan kelas,” jelas Fatimah ibunda dari siswi SMPN 6 Ayu Safitri.

Usai upacara dan sedikit kata-kata menenangkan dari pembina upacara, Sumarno. Bahwasanya orangtua bisa meninggalkan anaknya dan tak perlu khawatir karena sesudah itu siswa akan mengikuti rangkaian MOS, 

Perlahan, seraya melihat lekat putera-puterinya yang berjalan teratur memasuki kelas yang sudah ditetapkan, orangtua akhirnya keluar area sekolah sambil bergantian berjanji akan menjemput anak-anaknya.

“Lama yah”. “ Enggak usah ditunggu deh”. “ Nanti saja dijemput,” bisik-bisik orangtua di tengah kerumumunan meninggalkan sekolah. 

Sementara itu, Ketua MOS SMPN 6 Bekasi Murniati menjelaskan, tradisi mengantar anak dari tahun ke tahun memang tidak pernah berubah. Meski sudah diberi pengertian tapi kata Murni, tampaknya orangtua terlalu khawatir karena anak baru menginjak jenjang pendidikan SMP.

“Kalau itu dari tahun ke tahun memang selalu begitu, hari pertama sampai satu minggu kedepan, biasanya anak baru masih diantar orangtua mereka,” ujarnya.

Di sisi lain,perihal baju seragam Putih-Biru, Murni mengaku tidak ingin memberatkan siswa untuk membeli seragam. Kata dia, seragam SMP bisa dibeli atau menggunakan bekas saudara masing-masing.
“Kecuali seragam batik dan olahraga, karena tidak ada di pasar. Ada ciri khas sendiri-sendiri,dan itu baru diberikan sekitar bulan September-Oktober, tapi kalau ada yang sudah punya putih-biru bisa dipakai usai MOS,” pungkas Murni.

Pemandangan serupa juga terjadi di SDN Aren Jaya III, sejak pukul 06.30 wib atau satu jam sebelum sekolah diaktifkan orangtua dan siswa riuh ramai memenuhi lapangan sekolah.

Hari pertama masuk sekolah setelah libur akhir tahun ajaran, siswa dihadapkan dengan ruangan baru, Mengenakan seragam putih merah yang tampaknya belum pernah dicuci alias baru, siswa baru menggandeng tangan orangtua masing-masing, berjalan dengan atribut sekolah lengkap memasuki halaman sekolah.

"Iya senang dong, aku sudah bangun dari jam 6, padahal tadi malam susah tidurnya, makanya aku diomelin ibu, takut kesiangan," jawab Malva Oriza (7) siswi kelas I SDN Arenjaya III Bekasi seraya memainkan rambut kepangnya yang menjuntai.
Share:

Sunday, 30 January 2011

Apple iphone 4 Black (16GB) (AT&T)

Product Description
At just 9.3mm, the iPhone 4 is thin as a rake but the front and back are 30 times stronger than the usual plastic. Reason - aluminosilicate glass, the stuff that windshields of military choppers are made of. The periphery of this Apple smartphone is customized alloy, 5 times stronger than steel. Your accidental dropping will not hurt the world’s thinnest smartphone yet. The Retina Display packs in 4 times the amount of pixels (326 per inch) of iPhone 3, and makes the text and images slicing sharp. Add a 960 x 640 pixel screen and watching HD movies on this Apple smartphone becomes a gasp. When you become a shutterbug behind the iPhone 4 camera, you shoot 5 megapixel images and high-definition videos at 720p resolution, with the LED flash and autofocus making things easier. With Wi-Fi, the FaceTime feature of this 5-megapixel phone gets you into true worldwide video chat and ‘staying in touch’ becomes real personal. And all it takes to choose between the front and rear camera on the iPhone 4 is a tap. The 3-axis gyro, when coupled with accelerometer, results in 6-axis motion sensing, and that is as good as it can ever get for gaming on a cell phone. With 7 hours of talk time (3G)/10 hours of video/40 hours of audio, this 5-megapixel phone packs in enough power to let you do fast multitasking and then some more – there are over a 100 new features thrown in.


Details
Dimensions (WxDxH):2.31 inch x 4.5 inch x 0.37 inch
Weight:4.8 ounces

Data
Internet Browser:Yes
Wireless Interface:Bluetooth 2.1 EDR, IEEE 802.11b, IEEE 802.11g
Share:

Sunday, 16 January 2011

Lagu "Gayus" Favorit di Gorontalo


Lagu ciptaan musisi Gorontalo, Bona Paputungan atau Bang Bona, berjudul "Andai Aku Jadi Gayus Tambunan" kini menjadi lagu favorit warga di daerah tersebut.
Lagunya enak dan pas sekali dengan kondisi di Indonesia saat ini, apalagi diciptakan oleh musisi asal Gorontalo.
-- Yudin
Sejumlah warga mengunggah lagu tersebut melalui YouTube dan mengedarkannya melalui telepon seluler.
Bahkan lagu itu kini menjadi favorit para sopir becak motor (bentor), yang berulang kali memutar lagu itu tersebut sambil mengemudikan kendaraan.
"Lagunya enak dan pas sekali dengan kondisi di Indonesia saat ini, apalagi diciptakan oleh musisi asal Gorontalo," ujar Yudin, sopir bentor, Sabtu (15/1/2011).
Menurut Yudin, lagu tersebut layak diapresiasi karena lahir dari ketidakpuasan masyarakat atas bobroknya penegakan hukum saat ini.
Tak hanya itu, fenomena lagu "Andai Aku Jadi Gayus Tambunan" tersebut menjadi perbincangan hangat di situs jejaring sosial.
Terlebih Bona Paputungan mengaku sering diteror sejumlah orang sejak lagu itu diberitakan oleh beberapa televisi nasional.
Lagu itu menggambarkan sepak terjang Gayus yang bebas melakukan apa pun meski menjadi tersangka kasus penggelapan pajak. Bahkan sang pencipta lagu juga berperan sebagai pemeran videoklip, yang tampak mirip dengan Gayus Tambunan.
Lagu berdurasi 4 menit 47 detik yang diposting di YouTube pada 14 Januari dan itu kini diunggah lebih dari 7.480 orang.
Bona sendiri merupakan mantan narapidana yang pernah merasakan getirnya berada di balik jeruji besi. Kondisinya sungguh berbanding terbalik dengan yang dialami Gayus.
Share:

Friday, 14 January 2011

Turbulensi Mandala

Trisia, kau yakin Mandala tak jatuh lagi?” tanya seorang wartawan di Medan, Sumatera Utara. Trisia Megawati, mantan Head of Corporate Communication Mandala, merasa tertohok. Dia terdiam, sebelum menguasai diri dan menjelaskan kebangkitan Mandala Air.Boeing 737-200 Mandala RI-091, yang jatuh di Padang Bulan, Medan, 5 Oktober 2005, menewaskan 143 orang, adalah titik nadir Mandala. Masa itu, sulit membujuk warga Indonesia, apalagi orang Medan, kembali terbang dengan Mandala.
Juli 2009, bisa disebut puncak kegemilangan Mandala setelah bersama Garuda Indonesia dinyatakan lolos larangan terbang ke Eropa. Mandala lantas mengangkuti pegawai Sampoerna, Total, Schlumberger, PAMA, hingga Kadin. Orang mulai melihat Mandala sebagai pesaing Garuda.
Namun, Rabu (12/1/2011), secara mengejutkan, Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin mengumumkan penghentian sementara operasional maskapai itu. ”Semoga sebelum 45 hari dapat beroperasi lagi,” ujarnya. Padahal, Diono pada Juni 2007 di Perancis dengan optimistis menandatangani kontrak pembelian 25 unit Airbus A320 senilai 1,9 miliar dollar AS.
Turbulensi Mandala memang mengejutkan. Kondisi Mandala sangat bertolak belakang dengan ”semangat” yang terjadi maskapai lain, sebut saja Garuda Indonesia, pada saat bersamaan melakukan penawaran saham perdana. Adapun Indonesia AirAsia, pada Februari 2011 akan menjemput pesawat barunya, Airbus A320, ke Toulouse, Perancis.
Sementara Mandala, restrukturisasi telah membuat maskapai ini tak terbang. Penundaan kewajiban pembayaran utang segera dimohonkan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Mandala berharap ada dana segar dari investor baru.
Ada apa dengan Mandala? Ternyata, Mandala tak lagi ”menguasai” pesawat. Maskapai ini pernah memiliki 11 pesawat, tetapi kemudian enam pesawat ditarik pemilik sewa guna usaha (lessor). Mulai Kamis (13/1/2011), lima pesawat juga ditarik pemilik sewa guna usaha.
Pesawat itu ditarik pemilik sewa guna usaha karena Mandala tak mampu memenuhi kewajiban pembayarannya. Ada informasi, hal ini karena harga sewa pesawat terlalu tinggi. Jika demikian, apakah tak ada proses tawar-menawar saat negosiasi sewa pesawat. Atau, ini dampak dari ketidakmampuan Mandala bersaing dengan maskapai lain, di zona penerbangan berbiaya murah (low cost carrier), baik di penerbangan domestik maupun regional. Hanya manajemen Mandala yang tahu, apa yang sebenarnya terjadi?
Turbulensi Mandala agak aneh karena di maskapai ini ada Indigo Partners USA, yang memegang 49 persen saham sejak April 2006. Indigo adalah perusahaan yang berpengalaman mengelola maskapai, berkongsi dengan Tiger Air (Singapura), Spirit (AS), Wizz (Hongaria) dan Abnanova (Rusia). Mandala pada masa Warwick Brady menjadi Chief Executive Officer pernah menjadi barometer keselamatan penerbangan Indonesia
Namun, bisa jadi pendapat bahwa ”jagoan di luar belum tentu di Indonesia”, itu benar. Pasar Indonesia memang ”ajaib”. Loyalitas kepada maskapai bergantung pada murahnya tiket bukan merek. Di sisi lain, ada kelompok masyarakat yang haus pelayanan dan gengsi. Berapa pun harga tiket Garuda, tetap dipilih.
Oleh karena itu, bila ingin sukses dan terbang lebih tinggi harus serius menetapkan positioning-nya. Restrukturisasi operasional Mandala pernah berhasil, tetapi kini itu saja belum cukup. Mandala juga harus berhasil dalam restrukturisasi komersial.
Share:

Monday, 1 November 2010

Indonesia Butuh Armada Pesawat Amfibi


Jakarta,fannynewsform.blogspot.com--Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan armada pesawat amfibi yang bisa mendarat dan tinggal landas di air untuk menjangkau daerah terpencil dan sangat berguna sebagai sarana tanggap bencana. Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo yang ditemui di Jakarta, Sabtu (30/10/2010) kemarin, mengatakan, terakhir kali satuan pesawat amfibi digunakan untuk operasi pemadaman kebakaran hutan Kalimantan tahun 1997.
"Waktu itu disewa pesawat amfibi water bomber Beriev 200 buatan Russia. Pesawat itu juga memiliki bucket untuk mengangkut air sungai atau danau yang ditumpahkan di sumber api," kata Dudi. Pesawat sejenis yang populer di dunia saat ini adalah Bombardier CL-142 buatan Kanada. Jepang juga memiliki pesawat sejenis, yakni Shinmewa, yang merupakan turunan dari tipe pesawat amfibi yang mereka gunakan semasa Perang Dunia II, Kawanishi.
Pesawat amfibi, ujar Dudi, dapat digunakan untuk mengirim tenaga bantuan, logistik, hingga evakuasi medis secara cepat. "Kita belajar berulang kali terjadi bencana di daerah terpencil dan penanganan lambat karena ketiadaan sarana transportasi yang memadai. Pesawat amfibi merupakan salah satu solusi tanggap bencana dalam waktu dekat. Pesawat amfibi dalam situasi normal dapat digunakan untuk angkutan penumpang dan barang di tempat-tempat terpencil," Dudi menjelaskan.
Beberapa tahun lalu, dia menambahkan, pesawat Twin Otter dengan kemampuan amfibi masih beroperasi di Papua. Demikian pula di masa silam, diketahui bahwa para misionaris di Kalimantan mengoperasikan pesawat Cessna dengan kemampuan amfibi. Pada masa Hindia Belanda, dioperasikan pesawat amfibi canggih dari jenis Dornier DO-24 buatan Jerman dan PBY-5 Catalina. Pesawat-pesawat itu berjasa untuk mengevakuasi personel Sekutu ketika Pulau Jawa dan Sumatera diserang Jepang pada tahun 1942.
Pesawat amfibi Hindia Belanda sebagian berbasis di Pangalengan, Bandung, dan Danau Situ Bagendit, Garut, di Jawa Barat. Pemerintah militer Jepang membangun pangkalan pesawat amfibi di Oosthaven (Teluk Betung dan Tanjung Karang, Lampung). Pada awal tahun 1950-an hingga 1960-an, TNI AU masih mengoperasikan pesawat amfibi jenis PBY-5 Catalina. Sementara TNI AL mengoperasikan pesawat amfibi Grumman Albatros hingga tahun 1970-an.

Share:

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook


 Siapa tak kenal Facebook dan Twitter? Pengguna Internet era ini pasti nyaris tak bisa lepas dari dua ajang gaul dunia maya itu. Facebook dan Twitter merupakan implementasi dari web 2.0.
Apa itu web 2.0? Ini merupakan generasi terkini yang paling mendunia dari web, di mana semua pengguna web dapat mempublikasikan dan menerima informasi secara bebas, untuk saling berkolaborasi dan sosialisasi. Jika di era web 1.0 kita hanya dapat mengakses informasi saja, dengan segala keterbatasannya, maka di web 2.0 kita dapat membagikan informasi yang kita punya, baik itu bersumber dari kita sendiri atau dari sumber lain. Kita juga dimungkinkan langsung berinteraksi dengan sesama pengguna web.

Dengan semua kelebihan itu, tak heran jika web 2.0 membuat banyak orang tertarik menggunakan Internet. Mereka yang awalnya tidak kenal dunia maya, menjadi penasaran dan ingin mencoba, sebab kehebohan daya tarik web 2.0 ini.
Memang menyenangkan, bahkan mencandui sebagian orang. Sehari saja tidak mengakses Facebook atau Twitter, rasanya ada yang kurang. Sayangnya masih banyak orang belum sadar bahwa semua kemudahan berbagi dan mengakses informasi itu disertai dengan ancaman lain, yaitu malware yang juga memanfaatkan celah-celah yang ada.

Seperti kita tahu, beragam aplikasi web 2.0 tidak hanya digunakan di rumah, namun juga di lingkungan korporat. Berarti ada banyak data penting perusahaan yang dapat menjadi target para pencipta malware. Pengguna sendiri tidak sadar bahwa dirinya menjadi target serangan, karena terlalu asik menikmati banyak kemudahan, bahkan juga asik bersosialisasi memperluas jejaring pertemanan maupun bisnis.
Yang lebih parah adalah jika pengguna tidak tahu kalau dirinya justru membantu serangan tersebut dan juga menjadi korbannya. Dari laboratorium virus kami, terlihat bahwa jejaring sosial kian popular menjadi sasaran pembuat malware. Setiap tahun, jumlah sampel malware yang berhubungan dengan jejaring sosial berlipatganda dibanding tahun sebelumnya.

Konsep anyar yang ditawarkan web 2.0 adalah mengubah gaya navigasi klasik menjadi jauh lebih interaktif. Bahkan pengguna bisa terus berhubungan melalui web 2.0 dengan perangkat bergeraknya seperti ponsel. Ya, ini seperti pemahaman di mana manusia terus menerus terhubung satu sama lain dengan web 2.0 sebagai medianya, dan beragam perangkat canggih yang mendukung. Di mana saja, kapan saja.

Malware sebelum web 2.0
Kini kita coba telaah apa yang membuat malware ikut menjadikan web 2.0 sebagai sasaran utamanya. Bagaimana malware menyebar sebelum era web 2.0?
Perjalanan virus komputer dan malware kira-kira sama dengan perjalanan informasi itu sendiri. Di masa lalu, informasi secara fisik dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain menggunakan media penyimpanan yang bervariasi. Pada awal tahun 1980-an, informasi menyebar melalui jejaring data pribadi yang mahal. Baru kemudian perlahan jaringan tersebut mulai digunakan oleh kalangan pebisnis untuk email dan transmisi informasi. Pada akhir dekade 1990 mulai banyak kasus serangan virus pada komputer di ranah pribadi dan bisnis, yang biasanya menyerang melalui email.

Tanpa terasa World Wide Web begitu cepat berkembang menjadi sebuah platform yang sangat bernilai bagi pertukaran informasi, perdagangan global, dan produktivitas dunia kerja. Perlahan tapi pasti, kita sadar bahwa tak semua informasi bisa kita bagi ke semua orang. Di sinilah kita ketahui bahwa informasi menjadi sangat berharga, hanya layak dibagikan ke pihak tertentu dan menjadi berbahaya ketika bocor atau rusak.

Selama itu juga muncul yang disebut dengan Era worm internet, dimana terjadi serangan Code Red, Blaster, Slammer dan Sasser ke sejumlah jaringan korporat. Tidak ketinggalan virus Melissa yang juga menyerang email, serta datang melalui pesan instan atau aplikasi peer-to-peer. Semua menargetkan Microsoft, sebab memang sistem operasi itu paling banyak dipakai. Mereka menghadapi semua serangan itu dengan penambahan firewall, dam menjalankan sejumlah mekanisme mitigasi anti-worm. Pengguna juga diajak untuk rajin memperbarui aplikasi pengaman Windows.

Mengapa web 2.0 Menjadi Sasaran Empuk Malware dan Penjahat Cyber? Dalam tahun-tahun terakhir, situs jejaring sosial menjadi salah satu sumber informasi paling popular di Internet. RelevantView dan eVOC Insights memprediksi bahwa pada tahun 2009 situs jejaring sosial digunakan oleh 80 persen pengguna Internet seantero dunia, yang artinya lebih dari satu miliar orang.
Pertumbuhan popularitas ini sudah pasti diketahui oleh para penjahat krinimal dunia maya. Maka tak heran sejumlah situs menjadi sasaran utama malware dan spam, di samping sejumlah tindak kejahatan lain.

Situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace atau Twitter, telah memukau jutaan pengguna Internet, sekaligus juga pelaku kriminal cyber.

Separah apakah serangan terhadap jejaring sosial ini? Pada Januari 2008, sebuah aplikasi Flash bernama Secret Crush yang berisi link ke program AdWare terdapat pada Facebook. Lebih dari 1,5 juta pengguna mengunduhnya sebelum disadari oleh administrator situs.

Kaspersky Lab pada Juli 2008 mengidentifikasi sejumlah insiden yang melibatkan Facebook, MySpace dan VKontakte. Net-Worm.Win32.Koobface. menyebar ke seluruh jaringan MySpace dengan cara yang sama dengan Trojan-Mailfinder.Win32.Myspamce.a, yang terdeteksi di bulan Mei.

Twitter tak kalah jadi target, ketika pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mengunduh Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco. LinkedIn juga tak luput dari serangan malware pada Januari 2009, dimana penguna ditipu agar mengklik profil sejumlah selebriti, padahal mereka sudah mengklik link ke media player palsu. Sebulan kemudian YouTube menjadi incaran malware.

Bulan Juli 2009 kembali Twitter menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mempu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Semua kasus itu hanya sebagian dari begitu banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring sosial.

Ancaman di era web 2.0
Akhir tahun 2008 Kaspersky Lab mengumpulkan lebih dari 43.000 file berbahaya yang berhubungan dengan situs jejaring sosial. Salah satu worm yang paling terkenal menyerang situs jejaring sosial adalah Koobface yang terdeteksi sebagai Net-Worm.Win32.Koobface. Worm ini popular saat sekitar setahun lalu menyerang akun Facebook dan MySpace.

Struktur umum serangan ke web 2.0 biasanya terdiri dari tiga langkah. Pertama, pengguna menerima link dari teman berupa informasi enarik, misalnya video klip. Kedua, pengguna diminta untuk menginstal program tertentu agar bisa menonton video itu. Ketiga, setelah diinstal, program ini diam-diam mencuri akun pengguna dan meneruskan trik serupa ke pengguna lain

Metode itu hampir sama dengan cara worm menyebar melalui email. Worm yang terdistribusi melalui situs jejaring sosial hampir 10 persen sukses menginfeksi. Koobface juga memberi link ke program antivirus palsu seperti XP Antivirus dan Antivirus2009. Program spyware tersebut juga mengandung kode worm.

Ancaman ke situs jejaring sosial jauh lebih mengerikan dari ke email. Mengapa? Selain terinfeksi worm, akun yang bersangkutan juga menjadi korban botnet, bahkan si pemiliknya juga terkena imbasnya. Botnet mampu mencuri nama dan pasword pengguna, lalu menyebarkan pesan palsu yang mampu merugikan pihak lain, seperti permintaan transfer uang. Jadi yang menjadi korban bukan hanya akunnya, melainkan pemilik akun itu sendiri, serta pihak lain yang dikirimi pesan palsu.

Sisi lemah manusia
Satu hal paling penting dari serangan terhadap web 2.0 adalah faktor komponen kelemahan manusia ,terutama ketika berhadapan dengan pengguna yang tidak paham bahwa komputernya sudah terinfeksi.

Situs jejaring sosial masa kini menawarkan kostumisasi tambahan dan fungsi berfitur kaya untuk berbagi konten personal, file foto, atau multimedia dengan sebanyak mungkin orang di dunia maya. Situs ini memungkinkan pengguna berbagi pikiran dan minat dengan sesama teman atau komunitas. Secara umum, pengguna situs jejaring sosial saling percaya satu sama lain. Ini artinya jika mereka menerima pesan dari temannya, maka akan langsung mengkliknya begitu saja tanpa kecurigaan pesan itu sudah disisipi oleh malware.

Hari ini masih banyak orang yakin bahwa menggunakan browser Web sama dengan melakukan window shopping atau pergi ke perpustakaan di dunia nyata. Takkan ada yang terjadi tanpa sepengetahuan mereka. Padahal di Web, sekali saja kita mengklik link yang salah, atau tanpa disengaja, maka sama artinya sudah mempersilakan pencuri atau pengintai masuk ke rumah kita. Ya, pencuri atau penyadap di dunia maya tidak kasat mata seperti halnya di dunia maya.

Ambil contoh, aplikasi penyingkat URL yang sering diperlukan di mikroblog seperti Twitter. Karena katakter pesan hanya dibatasi hingga 140 karakter, maka pengguna harus menggunakan aplikasi penyingkat URL saat menyisipkan link ke situs lain. Aplikasi penyingkat URL seperti TinyURL, Is.gd atau Bit.ly tidak akan memperlihatkan nama URL yang sesungguhnya. Cukup keterangan saja dan link yang sudah mereka ringkas.
Bayangkan jika akun si pengguna sudah disusupi Botnet tanpa ia sadari. Botnet akan menggunakan akun Twitter-nya, memposting "Klik foto saya yang imut ini" lalu diikuti URL yang sudah diringkas, maka teman-temannya akan langsung mengklik. Malware yang terkandung dalam link itu akan membawa si korban ke situs lain yang memang sudah dipersiapkan untuk"menjebaknya".

Situs jejaring sosial seperti Facebook biasanya berkolaborasi dengan situs-situs lain agar bisa saling terkoneksi. Mereka ini disebut sebagai partisi ketiga, alias pihak ketiga setelah facebook itu sendiri, dan penggunanya. Banyak kasus dimana partisi ketiga justru dijadikan vektor alias "kendaraan" dari penyerang.

Ada dua pertanyaan yang bisa kita ajukan untuk mendalami masalah ini. Berapa banyak pengguna Facebook menambahkan aplikasi partisi ketiga di profilnya? Berapa banyak yang mereka ketahui mengenai apa yang sesungguhnya dilakukan oleh aplikasi partisi ketiga itu?

Di atas kertas, para pakar mengatakan bahwa Facebook maupun jejaring sosial lain harus memikirkan ulang cara mereka mendesain dan mengembangkan application programming interface (API). Disebutkan bahwa provider jejaring sosial semestinya berhati-hati dalam mendesain platform dan API. Mereka harus hati-hari dengan teknologi sampingan yang dipakai para klien, misalnya JavaScript. Operator situs jejaring sosial sebaiknya memiliki developer yang cukup ketat dalam penggunaan API, yaitu yang mampu memberi akses ke sumber yang hanya benar-benar berhubungan dengan sistem.

Setiap aplikasi yang berjalan di situs jejaring sosial juga semestinya ada di lingkungan terisolasi untuk mencegah interaksi aplikasi dengan host Internet lainnya yang tidak berpartisipasi dalam situs tersebut.

Isu Privasi
Malware bukan hanya satu-satunya masalah ketika kita bicara mengenai situs jejaring sosial. Bagaimana data-data pribadi para pengguna bisa aman adalah pertanyaan lainnya. Lalu, seberapa susahnya sesungguhnya kita melindungi diri sendiri dan data-data kita di situs jejaring sosial?

Ketika orang jahat mendesain serangannya dengan apik, maka para pengguna perlu meningkatkan standar kewaspadaan keamanannya. Advis seperti "Jangan membuka file yang diterima dari sumber yang tidak diketahui" sudah tak lagi berguna, sebab aktivitas serangan sudah mampu menyamar dalam identitas teman yang kita kenal baik. Ini artinya kita bahkan tidak bisa mempercayai pesan atau file yang dikirimkan teman kita sendiri.

Salah satu lapisan perlindungan yang bisa ditambahkan ke browser adalah yang dapat mencegah eksploit. Pengguna sebaiknya melindungi dirinya dari worm XSS dengan hanya mengizinkan eksekusi kode JavaScript dari sumber terpercaya. Pengguna juga semestinya seminim mungkin berbagi alamat pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah, dan informasi personal lain.
Memang agak sulit membatasi mana yang boleh dibagi dan yang tidak di situs jejaring sosial. Pada dasarnya setiap orang butuh privasi di belantara dunia maya. Jangan sampai juga kita menjadi korbam trik phishing klasik, terutama ketika muncul laman situs baru saat mengklik aplikasi partisi ketiga yang meminta kita melakukan log-in mengisikan nama, dan sejumlah data pribadi lain. Jika kita ragu atas keaslian laman itu, ada bagusnya kita kembali ke laman asli Facebook dengan mengetik ulang www.facebook.com.

Memang dibutuhkan perlindungan banyak lapis. Solusi keamanan Internet seperti anti-malware adalah pilihan terbaik, namun itu pun diperlukan update yang intens. Pengguna harus terus meningkatkan kewaspadaan dan tingkat keamanannya, sebab penyerang juga akan terus memperbanyak strategi.

Semua kasus yang kita bahas di atas hanya sebuah awal saja. Serangan terhadap situs jejaring sosial kini sudah ada dalam beragam tingkatan, mulai dari malware sampai phishing. Pelaku kriminal dunia cyber akan menggunakan vektor ke web 2.0 lebih dan lebih banyak lagi demi menyebarkan aplikasi berbahayanya. Namun evolusi serangan ke web 2.0 akan seiring juga dengan evolusi yang dilakukan web 2.0 itu sendiri.

Berikut adalah evolusi yang tengah terjadi pada web 2.0. Pertama, Mobilitas. Baik konten maupun tampilan untuk mengaksesnya akan lebih mobile, sehingga keterhantungan pada hardware untuk mengakses serta lokasi fisiknya akan berkurang. Makin bervariasi platform yang dipakai akan mempersulit pembuat malware untuk menerobosnya. Mereka akan kesulitan mengenai sistem operasi dan hardware apa yang akan dipakai si pengguna,.

Kedua, lokalisasi dan kontekstualisasi. Konten dan interface mobile membuat layanannya menjadi lebih baik bagi si pengguna. Semua disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penjahat cyber mau tak mau juga akan memberlakukan perubahan paradigma ini untuk meningkatkan serangannya.

Ketiga, interoperabilitas. Jejaring sosial memungkinkan kita terkoneksi satu sama lain, maka harus ada sistem keamanan yang dibangun oleh jejaring dan penggunanya sendiri. Problem keamanan ini bisa mudah ditingkatkan jika jejaring sosial itu mulai menyatukan layanannya.


Artikel ini dipublikasikan dengan izin AVAR (Anti Virus Asia Researchers). Pertemuan AVAR 2010 akan diadakan tanggal 17-19 November 2010 di Nusa Dua, Bali mempresentasikan 30 paper sekuriti dari para pakar sekuriti dunia. Informasilebih lanjut di http://www.avar2010.org
Sumber :VaksincomDibaca : 15764


    
Share:

Our Fanpage